Showing posts with label JOB. Show all posts
Showing posts with label JOB. Show all posts

5 Cara Memikat Bos Lajang Di Kantor

Bos Anda lajang, ganteng dan menarik ? Tentu menyenangkan buat para wanita lajang untuk bekerja bersama bos dengan kriteria seperti tersebut di atas. Sebagian dari mereka bahkan diam-diam jatuh cinta pada bos mereka dan hanya sebagian kecil yang berani berterus terang. Tentu, berdiam diri tidak akan membuat bos Anda terpikat. Berdiam diri hanya akan membuat pesaing Anda menang, setidaknya menang dalam langkah bergerak. Jika Anda memang menyukai bos Anda, cobalah untuk memikat bos dengan berbagai cara yang memungkinkan. Berikut ini beberapa tips untuk memikat bos dengan cara yang cerdas dan elegan.

1. Bersikaplah Profesional

Jika Anda berniat membuat bos terpesona, jangan berlaku konyol. Bermanja-manja serta bersikat jual mahal hanya berlaku untuk ABG. Sebagai pria mapan, bos Anda nyaris tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal yang remeh seperti sikap kekanak-kanakan yang mungkin Anda tunjukkan. Bersikap profesional dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya adalah cara terbaik untuk menarik perhatian bos Anda. Mencoba menarik perhatian bos adalah cara terbaik untuk memulai usaha memikat bos Anda.

2. Tunjukan Kualitas Anda

Pria mapan hanya tertarik pada wanita dewasa yang berkualitas. Mereka mungkin akan tertarik pada ABG dan cewek-cewek muda yang banyak menggoda mereka, tapi mereka mungkin hanya tertarik pada mereka secara seksual. Memikat bos dengan menunjukkan kualitas akan membuatnya terkagum-kagum akan kinerja mengkilat Anda. Kekaguman adalah pintu masuk kedua untuk memikat bos Anda.


3. Coba Pikat Melalui Pakaian Anda

Banyak perempuan mengira berpakaian ekstra seksi serta menonjolkan lekuk tubuh adalah cara memikat pria yang terbaik. Untuk sekedar mendapatkan kepuasaan sesaat, cara tersebut memang ampuh. Tetapi jika Anda ingin memikat pria untuk mendapatkan hatinya, maka cara tersebut adalah cara paling konyol yang bahkan tidak perlu Anda pikirkan. Berpenampilan layaknya seorang profesinal sejati dengan pakaian kerja yang wajar akan membuat Anda lebih disegani. Gabungan dari sikap profesional, menunjukkan kualitas diri serta cara berbusana yang tepat adalah sebuah cara memikat pria yang tepat.

4. Menunjukkan Perhatian

Jika keadaan memungkinkan, Anda bisa mencoba mulai menunjukkan perhatian Anda pada bos. Sebagai pria dewasa, dia akan memahami makna perhatian lebih yang Anda berikan. Contoh memberi perhatian pada pria dewasa dengan cara elegan adalah membawakan kopi di pagi hari. Pastikan Anda menyukai kopi kesukaannya. Cara ini akan menjadi sangat elegan di mata pria dewasa sepertinya ketika Anda bahkan tidak menyinggung kopi tersebut. Pastikan bahwa hanya dia yang mengetahui tentang kopi itu. Mungkin, Anda bisa mencoba menyembunyikan kemasan kopi tersebut di dalam tas Anda dan menaruhnya diam-diam di mejanya sebelum dia datang.

5. Pria Dewasa Tidak Lagi Menyukai Petualangan

Dunia petualangan sudah usai di mata mereka. Artinya, ketika mereka menunjukkan sinyal positif, jangan mencoba mempermainkan emosi dan perasaan mereka. Sambut sinyal positif yang sudah Anda tunggu tersebut dan jajagi kemungkinan hubungan yang lebih serius. Sekali Anda coba mempermainkannya, maka dia akan berlalu dan mencari hubungan yang lebih serius.

10 Hal Yang Harus Dihindari Saat Bekerja

Sejumlah perusahaan mengambil langkah tegas bila karyawannya mulai nakal. Langkah tegas itu mulai dari memberi teguran lisan, tertulis dan terakhir pemecatan.

Menurut Jennifer Star, seorang konsultan dari New York, hal tersebut bisa dihindari kalau kita sudah mengantisipasinya dari awal. Dia memberikan 10 hal umum yang harus dihindari untuk terhindar dari pemecatan.

1. Berbohong di dalam daftar riwayat hidup

Jujurlah sejak dari awal, karena Anda akan dihormati dari informasi yang Anda berikan. Umumnya, berbohong mengenai latar belakang pendidikan bisa membuat Anda dipecat dalam waktu sebulan bekerja.

2. Menjaga rahasia saat mencari pekerjaan

Jika Anda sedang mencari pekerjaan baru, jangan mengirim surat lamaran dari komputer kantor, terutama jika ada bagian teknologi yang memonitornya.

3. Bergosip

Anda tidak pernah tahu siapa saja yang mendengarkan, terutama dengan ruang kerja berbentuk kubik, dinding selalu punya telinga. Hal paling aman? simpan gosip untuk Anda sendiri dan jangan pernah mengulang apa yang pernah Anda dengar. Menyebarkan gosip pada pihak yang salah hanya akan membuat anda kehilangan kepercayaan dan lebih parahnya kehilangan pekerjaan.

4. Menerima terlalu banyak telepon pribadi

Jangan menghabiskan banyak waktu kerja untuk mengurusi urusan pribadi Anda, seperti menerima telepon pribadi. Jika demikian kondisinya, Jennifer menyarankan sebaiknya Anda segera mencari pekerjaan baru.

5. Mabuk saat bekerja

Satu cara cepat untuk dipecat adalah minum minuman memabukkan terlalu banyak. Menjaga bisnis tetap pada posisi teratas membutuhkan kejelian yang mengharuskan Anda tetap fokus dan sadar.

6. Berselancar di internet terlalu sering

Menghabiskan banyak waktu bekerja Anda dengan berselancar di internet hanya akan membuat Anda selangkah lebih cepat menjadi pengangguran. Termasuk membuka situs pornografi saat bekerja adalah hal yang tidak boleh dilakukan.

7. Menjalin hubungan asmara dengan atasan

Cukup jelas, hubungan asmara antara atasan dan bawahan bisa membuat seseorang keluar dari pekerjaannya.

8. Lupa untuk mengecek ulang pekerjaan

Saat bekerja dengan angka, periksa pekerjaan Anda dengan hati-hati. Satu tambahan angka nol saja bisa membuat Anda menjadi pengangguran.

9. Memusuhi rekan kerja

Untuk melakukan kerja dengan efektif, Anda membutuhkan kerjasama, dukungan dan niat baik dari orang-orang sekeliling.


10. Menunjuk kesalahan kepada orang lain

Jika anda membuat kesalahan, jangan ragu untuk mengakui. Jangan berusaha untuk menyembunyikan kesalahan Anda atau lebih parah lagi menyalahkan orang lain. (tempointeraktif.com)

6 Ciri Rekan Kerja Penjilat dan 3 Tips Menghadapinya

Dunia kerja memang terkadang tidak menyenangkan. Terkadang kita menemui rekan kerja yang suka menjilat, terutama si Boss. Nah Bagaimana Sih Ciri-Ciri Rekan Kerja Penjilat Si Bos ? Bagaimana Cara Menghadapi Rekan Kerja Yang Hobinya Mencari Muka Di Depan Si Bos Ini ?

Ciri-Ciri Rekan Kerja yang Suka Menjilat (Cari Muka) pada Si Bos adalah sebagai berikut :
  1. Terlihat Gesit Dan Selalu Berkata ”Yes” Pada Si Bos Walaupun Mungkin Dia Tidak Setuju.
  2. Tidak Pernah Setia Pada Si Bos Dan Hanya Memanfaatkan Power Si Bos Untuk Menyelamatkan Diri. Bila Si Bos Kehilangan Power, Maka Dia Dengan Mudahnya Akan Menjilat Bos Baru.
  3. Sering Melaporkan Kejelekan Dan Kekurangan Rekan Kerja Kepada Si Bos Dan Takut Disaingi Oleh Rekan Kerja.
  4. Secara Intelektual Dia Tidak Terlalu Cerdas, Tapi Pintar Menutupinya Dengan Cara Memanfaat Keterampilan Rekan Kerja.
  5. Selalu Tunduk Pada Perintah Si Bos Walaupun Di Belakang Si Bos Dia Akan Menjelek-Jelekan Si Bos.
  6. Selalu Bersikap Proaktif Membantu Si Bos Untuk Urusan-Urusan Pribadi Si Bos, Bukan Urusan Kantor.

Cara Menghadapi rekan kerja yang hobinya mencari muka di depan si Bos :
  1. Jangan dimusuhi tapi bersikap baiklah kepada si penjilat, kemudian manfaatkan kedekatan dirinya pada si bos untuk membangun hubungan positif antara Anda dengan si bos.
  2. Jangan pernah terlalu percaya pada sikap dan kata-kata si penjilat. Ingat! Si penjilat tidak pernah punya sahabat sejati; tidak pernah punya etika; tidak pernah punya loyalitas, dan dia hanya setia kepada kepentingan-kepentingan pribadinya.
  3. Jadilah pribadi dengan sikap yang tidak terlalu menonjol di depan si bos, tapi perlihatkan cara-cara kerja yang kreatif, strategis, dinamis, dan profesional. Jika Anda terlalu menonjol di depan si bos, si tukang jilat akan mencari-cari kelemahan dan kekurangan Anda untuk dijadikan bahan diskusi dengan si bos.

5 Tips Agar Tidak Mengalami Kebosanan di Kantor

Mengerjakan rutinitas yang sama setiap hari dapat menimbulkan kebosanan. Kebosanan terjadi karena Anda sudah mulai merasa pekerjaan monoton. Hal ini dapat berpengaruh buruk pada produktivitas pekerjaan.

Bagaimanapun juga, profesionalisme harus Anda tunjukkan dalam keadaan apapun. Jika rasa jenuh sudah sangat mendera, ikuti tips berikut ini seperti dikutip dari EconomicTimes.


1. Lakukan aktivitas menarik

Carilah kegiatan baru di dalam atau luar kantor yang menantang Anda. Misalkan Anda bisa mengikuti seminar-seminar. Bisa juga Anda meminta untuk dipindahkan ke divisi lain jika memungkinkan. Bertemu dengan orang-orang baru dapat menyegarkan pikiran Anda.

2. Minimalisir kecemasan

Anda mulai merasa pekerjaan sebagai suatu hal yang monoton, mungkin karena Anda terlalu cemas dan panik akan pekerjaan tersebut. Sehingga di mana pun Anda berada, Anda memikirkan banyak deadline. Jadi, pastikan ketika Anda sudah pulang ke rumah, tidak lagi memikirkan pekerjaan, apalagi pekerjaan sampai dibawa pulang. Begitu pun saat weekend, manfaatkanlah waktu libur Anda sebaik-baiknya untuk menyenangkan diri Anda.

3. Meneliti

Everyday is a new day, itulah ungkapan yang sering terlontar. Sehingga, untuk memecahkan kejenuhan dengan pekerjaan, setiap harinya Anda harus meneliti hal-hal baru yang bisa diaplikasikan pada pekerjaan. Entah itu browsing internet dengan mencari modul-modul atau membaca buku-buku bermanfaat.

4. Berinteraksi

Menjadi sangat monoton, mungkin karena Anda hanya duduk seharian menatap komputer tanpa bersosialisasi. Berinteraksi dengan karyawan lainnya dapat memecahkan rutinitas harian Anda. Berbagi cerita menarik dan ide-ide dengan orang lain dapat menyegarkan pikiran Anda.

5. Cuti

Dengan mengambil waktu libur panjang dapat menyegarkan diri dan menghindari dari rasa jenuh. Pastikan Anda mengambil cuti setiap tahunnya agar terhindar dari pekerjaan yang terasa monoton. (wolipop.com)

5 Tips Sukses Hari Pertama Kerja

Meskipun berpindah-pindah tempat kerja bukan hal baru lagi, tapi tetap saja, hari pertama kerja di kantor baru terasa menyeramkan. Anda pasti bertanya-tanya lingkungan kerja dan seperti apa karakter orang-orang di kantor baru Anda. Daripada membuat kesimpulan-kesimpulan sendiri, lebih baik Anda menyiapkan diri di hari pertama kerja.


Berikut ini beberapa tips yang harus Anda ketahui saat menjadi karyawan baru :

1. Tidak datang terlambat

Dikutip HowStuffWorks, untuk menghindari datang terlambat, di hari sebelumnya sebaiknya Anda melakukan percobaan datang ke kantor. Hitung jarak dan kondisi jalan di jam kerja Anda. Sehingga Anda bisa memperkirakan waktu tempuhnya.

2. Busana profesional

Meskipun Anda bekerja di perusahaan yang tidak memiliki banyak aturan soal pakaian, namun tetap saja harus menjunjung nilai kesopanan. Dilansir dari WaToday, Katie Robert, seorang konsultan karir menjelaskan karyawan harus tampil profesional. Hindari menggunakan kaos, kemeja berkerah rendah dan juga sandal jepit.

3. Pasang senyum

Dengan senyuman, Anda sudah dinilai sebagai orang yang ramah. Dikutip All Womens Talk, beramah tamah dengan rekan kerja boleh saja, tapi jangan mengumbar kehidupan personal di tempat kerja. Karena Anda belum mengetahui betul karakter rekan kerja Anda.

4. Minta tugas

Segeralah meminta atasan menjelaskan tugas kerja Anda. Jangan malu untuk bertanya jika Anda belum memahaminya dan catat semua informasi yang ada.

5. Bawa makan siang

Anda pasti belum mengetahui seluruh lokasi kantor dan juga belum mengatahui situasi dan karakter rekan kerja. Jadi, pastikan Anda membawa makan siang sendiri untuk berjaga-jaga jika tidak ada yang mengajak Anda makan siang atau rekan kerja lainnya sedang berada di luar kantor. (wolipop.com)

4 Tipe Rekan Kerja Menyebalkan

Berinteraksi dengan semua rekan kerja memang sangat diperlukan, baik itu untuk rasa nyaman di kantor, maupun dalam rangka meningkatkan kinerja tim kerja. Namun tentunya terkadang kita sering menemui beberapa tipe rekan kerja yang Anda hadapi sehari-hari di kantor, beberapa di antaranya bisa kita katakan bahwa rekan kerja kita itu sangat menyebalkan. Berikut ini beberapa jenis rekan sekerja yang sebaiknya dihindari, serta tips cara menghadapi mereka :


1. Teman Yang Bermuka Dua

Berhati-hatilah menghadapi tipe rekan sekerja yang bermuka dua. Bahkan, bila tidak ada yang perlu dibicarakan sebaiknya Anda diam saja.

Teman dengan tipe seperti ini senang memakai nama orang lain dalam membicarakan kejelekan orang dan membicarakan Anda di belakang Anda. Karena sikap dan kata-katanya manis, Anda akan merasa dia merupakan sahabat yang bisa dipercaya.

Padahal, bila Anda tidak ada, dia akan membicarakan Anda kepada rekan kerja yang lain. Oleh karena itu, bila dia mendekati Anda untuk mulai bergosip, sebaiknya sambil tersenyum angkat telepon dan tunjukkan kepadanya bahwa Anda sedang sibuk. Sesudah beberapa kali sikap ini Anda perlihatkan kepadanya, percayalah dia tidak tertarik untuk mendekati lagi.

Dia memerlukan seseorang yang tertarik dengan ceritanya, seseorang yang memberikan respons yang antusias. Oleh karena itu jangan perlihatkan sikap antusias atau tertarik dengan apa yang diceritakannya kepada Anda.

Bila terjebak berada dalam satu lift dengannya, jangan sampai Anda mengekspresikan kekesalan Anda dengan kata-kata yang kasar atau jangan terpancing dengan omongannya.

2. Teman Yang Berpikiran Negatif

Sebaik apapun ide yang Anda miliki pasti dicela olehnya dan dengan senang hati akan disampaikannya kepada atasan.

Rekan sekerja yang berpandangan negatif biasanya tidak memiliki ide-ide yang cemerlang. Karenanya, agar dapat ikut serta di dalam pembicaraan, dia melecehkan pendapat orang lain.

Bila Anda memperoleh reward akhir tahun, dia akan memperbincangkannya. Anda tidak perlu berargumentasi dengannya karena akan membahayakan diri Anda. Jangan beri kesempatan padanya untuk menemukan kekurangan Anda. Usahakan Anda dapat mengatasi masalah yang Anda hadapi dan mengimbanginya dengan solusi yang positif.

3. Teman Yang Suka Memanfaatkan

Berbeda dengan rekan sekerja yang berpikiran negatif, rekan sekerja yang sifatnya pemanfaat dapat melihat ide cemerlang Anda, dan memanfaatkannya.

Mendapatkan bantuan dari rekan sekerja tampaknya menyenangkan, tapi Anda harus berhati-hati. Bila tidak keberatan untuk dibantu olehnya Anda dapat berubah dari orang yang bertanggung jawab atas proyek yang Anda lakukan menjadi orang yang terbingung-bingung karena ide Anda diambil olehnya.

Tipe rekan sekerja yang demikian tidak dapat menahan dirinya dan selalu ingin terlibat dalam setiap pekerjaan yang dilakukan oleh rekan sekerja lainnya. Ada dua bahaya bila Anda membiarkannya ikut terlibat dengan proyek yang Anda lakukan: pertama, Anda berisiko melihat ide Anda berubah seratus persen. Kedua, melalui akal bulusnya akan tampak seolah-olah bukan Anda yang mengerjakan proyek Anda.

Satu-satunya cara dalam menjawab tawaran bantuan darinya adalah dengan mengatakan, “Terima kasih, saya dapat mengerjakannya sendiri.” Dan tidak peduli seberapa menggoda tawarannya, Anda harus kuat. Bantuannya dapat membahayakan reputasi Anda.

4. Rekan Sekerja Yang Posesif

Dia sangat licik karena dia tidak menyabotase ide Anda, bahkan tidak menyusun siasat ataupun memanipulasi sesuatu hal. Dia hanya menyukai Anda. Tetapi, mengapa teman seperti ini berbahaya?

Memang menyenangkan bila kita memiliki teman yang menyukai kita. Tetapi sebaiknya Anda berhati-hati dan tidak terlalu dekat dengan teman tipe seperti ini. Tipe rekan sekerja yang demikian selalu ingin bersama-sama kemanapun Anda pergi, baik untuk makan siang ataupun untuk berbelanja sesudah pulang kantor dan berakhir pekan.

Bila Anda menikmati kebersamaan dengannya, tidak masalah. Tetapi masalahnya, bila dia sudah begitu lengket dengan Anda dan tiba-tiba keadaan berubah, misalnya Anda mendapatkan kekasih, dia akan sangat cemburu dan tidak dapat menerima perubahan tersebut begitu saja.

Bagaimana mungkin setiap hari Anda dapat menghindari pandangan matanya yang penuh kemarahan padahal mejanya tepat berada di sebelah meja kerja?

Tipe-tipe yang disebutkan di atas hanyalah sebagian kecil dari tipe rekan sekerja yang dapat dijumpai di tempat kerja. Masih banyak orang yang harus dihadapi di tempat kerja Anda.

Yang perlu diingat hanyalah menyadari bagaimana rekan sekerja dapat memanfaatkan Anda dan bagaimana rekan sekerja yang lain dapat mempersulit hidup Anda, sekaligus mengetahui bagaimana menghadapi mereka.

Anda pasti akan baik-baik saja. Ingat, kuncinya adalah kuat dan selalu peka dan waspada. (tabloidnova.com)

8 Cara / Tips Menghadapi Bos yang Buruk

BOS tidak menghargai ide dan kerja keras Anda. Dia meremehkan dan menolak promosi yang seharusnya Anda dapatkan. Lalu apa yang harus dilakukan?

Memang tak mudah jika setiap hari harus berhadapan dengan sikap atau cara kerja bos yang menjengkelkan. Siapa yang tahan jika bos berulang kali berbicara buruk dengan Anda, meremehkan ide-ide Anda, berharap Anda selalu bisa membaca pikirannya, dan terus menekan untuk selalu bekerja keras tanpa dukungan semangat darinya.

Jika Anda menghadapi situasi ini, akuilah bahwa Anda memang harus bekerja dengan bos yang seperti itu. Mungkin Anda sempat berpikir untuk melawan dan mengadukan bos Anda ke atasannya atau ke bagian HRD. Anda mungkin saja beruntung, tapi beberapa kasus biasanya menemui jalan buntu.

Nah, jika kekesalan Anda sudah memuncak, coba cara-cara berikut ini agar Anda bisa tetap bertahan di perusahaan tersebut dan menghasilkan karya yang baik.

1. Jangan Bertindak Gegabah

Saat kekesalan sudah memuncak, Anda mungkin berpikir untuk melawan bos dengan mengirimkan surat kepada CEO yang berisi keburukan-keburukan bos Anda. Langkah ini memang tidak terlalu berbahaya. Tapi jika Anda masih tetap ingin berkarier di tempat tersebut, sebaiknya Anda tidak perlu menampakkan kekesalan Anda secara eksplisit. Lagi pula demi keamanan finansial Anda, menantang bos secara vulgar tentu akan berpengaruh buruk bagi karier Anda.

2. Pura-Pura Menghargai

Dunia kerja memang penuh dengan trik dan tipu daya. Jika ada yang menipu atau menusuk dari belakang, jangan lantas menjadi orang yang lemah atau cengeng. Pintar-pintarlah bermain peran jika berhadapan dengan rekan kerja atau bos yang tidak Anda sukai. Jika bos Anda menasehati Anda panjang lebar tentang hal yang sudah berkali-kali diucapkannya, tersenyumlah dan pasang ekspresi bahwa Anda benar-benar mendengarkan nasihatnya, bersedia menjalakannya, dan menghargai semua kata-kata yang keluar dari mulutnya. Lakukan semuanya meski kepercayaan Anda padanya sudah benar-benar hilang.

3. Kumpulkan Bukti Kerja

Mulailah menyimpan setiap evaluasi positif yang diberikan klien, teman-teman, bos Anda yang lain, atau siapa pun yang berhubungan dengan kerja Anda. Selain itu, tetap fokus untuk menghasilkan kerja yang terbaik. Bos Anda mungkin bisa menyepelekan Anda dengan kata-katanya yang pedas, tapi pengalaman dan respons positif yang sudah diberikan takkan bisa direnggut dari diri Anda. Pengalaman dan respons inilah yang bisa Anda gunakan jika nantinya ada peluang baru yang lebih menggembirakan.

4. Menghimpun Persekutuan

Jika Anda mengincar posisi tertentu di perusahaan, kenali lingkungan di posisi tersebut. Bertemanlah dengan orang-orang yang memiliki kekuatan di departemen tersebut, juga dengan bos besar Anda. Dengan berteman, Anda bisa mendapatkan wawasan, panduan, dan referensi untuk membuat rencana strategis atau apapun yang sesuai tujuan Anda di departemen tersebut. Tetaplah “terlihat” dan berada dalam lingkaran orang-orang tersebut.

5. Jangan Cepat Mengambil Kesimpulan

Bos Anda mungkin terlihat menyebalkan. Tapi terkadang ada sesuatu yang tak kasatmata terjadi di belakang Anda. Bisa saja perilaku bos tersebut karena desakan atau tekanan dari orang-orang yang lebih berkuasa. Maksudnya, bos Anda mungkin hanya menjadi bagian kecil dari keputusan yang diambilnya. Bisa jadi, manajemen perusahaanlah yang paling berpengaruh terhadap keputusan yang membuat Anda benci dengan bos Anda. Jadi cobalah sedikit berempati dan tidak membenci bos Anda sepenuhnya.

6. Dekati Bos

Coba cara yang unik untuk menghadapinya. Semua orang pasti senang dipuji dan dianggap ahli di suatu bidang. Maka cobalah dekati bos Anda dan tanyakan hal apa saja yang bisa Anda lakukan agar Anda bisa mendapatkan posisi yang diinginkan. Tanyakan hal tersebut secara spesifik. Siapa tahu dengan memperbaiki hubungan dengan Anda bisa membangun tim kerja yang baik untuk perusahaan.

7. Perbaiki Diri

Daripada menuruti bos Anda, lebih baik melihat kondisi ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan menambah wawasan Anda. Cobalah untuk memperbaiki kemampuan interpersonal dan perilaku Anda. Terbukalah terhadap setiap masukan dan kritik. Jangan sampai kekesalan Anda terhadap bos justru membuat Anda berperilaku seperti dia. Intinya, wawasan, pengalaman, dan perilaku yang baik bisa menjadi tiket Anda untuk keluar dari perusahaan tersebut dan menerima tawaran lain yang lebih baik.

8. Menunggu

Jika bos Anda benar-benar orang yang menyebalkan dan tidak baik, tentu ia juga akan dijatuhkan oleh orang yang lebih berkuasa darinya. Maka daripada pusing memikirkan bos Anda, lebih baik fokus pada kerja Anda dan kesempatan-kesempatan di sekitar Anda. (lifestyle.okezone.com)

3 Cara Mengelola Gaji dengan Baik

Seringkali wanita membelanjakan gaji bulanannya hanya untuk sepasang sepatu Charles & Keith yang sudah lama diincarnya. Belum lagi hasrat berbelanja ketika melewati etalase penuh dengan pakaian yang menarik.

Apakah Anda termasuk wanita yang tidak dapat menahan hasrat belanja tersebut? Tentunya gaji sebesar apapun tidak akan cukup untuk memenuhinya. Seperti dikutip Ehow, ada beberapa cara mengelola gaji bulanan Anda agar tidak cepat ludes seketika :


1. Gunakan Metode yang Tepat

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengelola uang Anda, salah satunya adalah membuat anggaran bulanan yang sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran Anda. Buatlah metode yang cocok dengan kepribadian dan gaya hidup Anda. Sebisa mungkin sisihkan gaji Anda untuk ditabung.

2. Prioritaskan Kebutuhan Primer

Lihatlah selalu tagihan bulan lalu untuk mengetahui apakah pemasukan Anda dapat memenuhi pengeluaran setiap bulannya. Buatlah daftar kegiatan atau tagihan yang harus dibayar, seperti anggaran untuk sewa rumah, membeli bahan makanan, dan biaya sekolah anak.

Kurangi juga pengeluaran yang tidak perlu seperti membeli pakaian baru setiap bulan dan makan di luar setiap minggu. Prioitaskan kebutuhan primer agar tidak terjadi pemborosan pada uang Anda.

3. Alokasikan Dana

Catatlah selalu jumlah pemasukan agar Anda dapat menghitung berapa jumlah yang harus dikeluarkan satu bulan kedepan. Apakah anggaran Anda sudah tepat dan dapat menutupi semua pengeluaran? Jika tidak, cobalah coret pengeluaran yang dirasa belum diperlukan. Gunakan 90 persen gaji Anda untuk memenuhi kebutuhan termasuk pengeluaran pribadi dan sisakan 10 persen gaji Anda untuk ditabung. (wolipop.com)

Top