Showing posts with label JOB. Show all posts
Showing posts with label JOB. Show all posts

6 Alasan Pentingnya Networking

Dalam kenyataannya suatu organisasi seringkali tidak bejalan sesuai dengan harapan, disebabkan keengganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan dianggap bisa menyebabkan kegagalan. Hal ini mengakibatkan kecondongan dalam organisasi sehingga perlu dilakukan evaluasi, adaptasi, dan inovasi. Dalam setiap organisasi oleh karena itu tidak bisa dipungkiri, dengan networking yang benar, seseorang bisa meraih kesuksesan dalam karir, meskipun ia tidak begitu menguasai atau berprestasi dalam bidangnya. Namun di balik semua itu, aktivitas networking sangatlah menyenangkan dan tidak sulit dilakukan. Berikut ini adalah enam langkah penting untuk menguasai ilmu networking :

6 Alasan Pentingnya Networking - www.iniunik.web.id

1. Palm-Up Networking

Saat Anda membangun koneksi, apakah Anda memberi atau menerima? "Palm-Up" Networking adalah sebuah istilah dimana kita memberikan pelayanan dan tidak mengharapkan imbalan apapun. Ketika Anda melakukan "Palm-Down", berarti Anda hanya memikirkan diri sendiri. Palm-Up serupa dengan ketulusan pribadi, sedangkan Palm Down berarti ketamakan. Memberilah lebih banyak dan semuanya akan kembali kepada Anda.

2. Lakukan Apresiasi Harian

Pujilah seseorang yang berbeda setiap hari. Anda bisa juga melakukannya via e-mail. Percaya atau tidak, mereka yang menerima e-mail pujian atau terima kasih ini akan menyimpannya dan mengingat Anda. Melakukannya dengan cara menelpon langsung pun tidak masalah. Sederhananya, katakanlah bagaimana Anda menghargai seseorang atas usahanya dan apapun yang telah membuatnya begitu berharga di mata Anda. Jangan dibuat-buat dan mereka pun akan tersanjung dan hatinya akan bahagia.

3. Sejajarkan Diri dengan Orang Lain

Setiap orang memang memiliki nilai yang berbeda-beda di tiap mata yang melihatnya. Namun pada dasarnya semua manusia adalah sama, meskipun dia atasan maupun bawahan. Bukan berarti seseorang yang kaya, terkenal dan berkuasa lebih baik dari Anda. Semua memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Latihlah diri Anda, dengan demikian, rasa canggung akan teratasi dan kenyamanan berbicara dengan siapapun akan muncul. Kesuksesan hidup bisa datang dari manapun jika Anda mampu berkomunikasi dengan baik dengan semua orang.

4. Rolodex Dip

Ini adalah sebuah istilah dimana Anda memilih secara acak sebuah nama dari daftar database Anda. Pikirkan hal-hal yang Anda sukai dari mereka ataupun hubungan baik yang telah terjalin selama ini. Hubungilah orang tersebut dan tanyakan kabar mereka. Anda akan terkejut betapa senangnya mereka mendengar kabar dari Anda.

5. Memilih "Guru Hari ini"

Ambillah sebuah objek atau seseorang, dan jadikan dia sebagai "guru". Ingatlah pelajaran apa saja yang ia berikan dalam hidup Anda. "Guru" ini bisa berupa seseorang yang begitu berarti bagi Anda, binatang peliharaan yang setia menemani Anda, atau tumbuhan kesayangan yang perlu disiram setiap hari hingga ia tumbuh besar dan memperindah ruangan Anda.

Intinya, aktivitas ini dapat membantu bahwa hidup tidak hanya berputar kepada Anda saja. Masih banyak yang harus dipelajari dan Anda sebenarnya telah diberikan kesempatan untuk mempelajarinya tanpa disadari. Hubungannya dengan networking? Lakukan hal ini dan lihatlah perbedaan sikap positif orang lain terhadap Anda.

6. Jika Anda Tidak Mood

Pesta, pameran, rapat, dan segala tempat keramaian yang mendatangkan grup orang dalam satu tujuan yang sama adalah kesempatan bagus untuk networking. Namun adakalanya mood sedang tidak bagus dan harus tetap menghadapinya. Apa yang harus dilakukan?

  • Tentukan waktu. Datang dan berbincanglah selama 30 menit, dari situ putuskan apakah Anda bisa melanjutkannya lebih lama.
  • Menentukan tujuan. Tetapkan berapa kenalan baru yang harus Anda dapatkan. Ingat, tujuan Anda bukan sekedar berkenalan dan barter kartu nama. Koneksi yang terbentuk dari pembicaraan yang bermakna yang menjadi tujuan sebenarnya.
  • Biarkan naluri membimbing Anda. Hal ini memang terdengar konyol, namun selalu manjur untuk dicoba. Diamlah sejenak di pojok keramaian. Kosongkan pikiran Anda. Pikirkan dalam benak Anda seperti apakah orang-orang yang ingin Anda temui. Setelah itu, mulailah masuki keramaian kembali dan lihatlah perbedaannya.
  • Koneksikan diri. Anda pasti akan terhubung dengan seseorang. Ketika Anda melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka seperti; Bagaimana Anda memulai pekerjaan Anda saat ini? Siapa customer ideal Anda? Otomatis Anda akan juga menceritakan siapa Anda. Hal ini bisa menjembatani koneksi baru antara Anda berdua. Andapun bisa menawarkan pertolongan kepadanya.
  • Bantuan dan follow-up. Jika Anda menawarkan bantuan, sesuaikan ide dari apa yang Anda lihat di kartu namanya (bidang perusahaan dan posisi jabatan). Berkomitmenlah untuk membantunya dan lakukanlah. Jika Anda telah menghasilkan sebuah ide dari obrolan singkat, jangan ragu untuk menyambung obrolan tersebut di pertemuan selanjutnya. Tawarkan makan siang atau minum kopi bersama. Ada pepatah, 90% dari kehidupan adalah pertemuan. Salah! 90 % dari hidup adalah follow-up!

6 Strategi Meraih "Dream Job"

Pengusaha ternama dari Amerika Donald Trump bilang, jangan pernah berhenti di tengah jalan bila tak ingin kehilangan kesempatan. Bila lelah, berhenti sejenak, tapi jangan pernah berhenti untuk selama-lamanya. Semua bisa diatasi dengan cara yang tepat. Prinsip ini layak diterapkan termasuk ketika Anda sedang berusaha menemukan dream job. Meski panggilan kerja tak kunjung datang, jangan pernah berhenti berusaha mewujudkan impian. Perbaiki cara Anda menemukan dream job, barangkali selama ini Anda belum berstrategi.

6 Strategi Meraih Dream Job - www.iniunik.web.id

  1. Buat Agenda. Mulailah untuk membuat target dan deadline mingguan. Misalnya, setiap Senin Anda memiliki tugas untuk meng-update CV dan mencari 10 perusahaan yang sedang membuka lowongan baik melalui internet atau media massa. Hari berikutnya, buat target untuk mengirimkan resume. Lalu, menelepon bagian personalia perusahaan tersebut dua minggu setelahnya. Tuliskan daftar kegiatan dalam buku agenda, lalu beri tanda bila telah selesai dikerjakan. Selain mengisi waktu kosong dan menghindari jenuh, kegiatan ini akan membuat Anda terbiasa dengan deadline dan disiplin.
  2. Pilih target yang tepat. Sebuah perusahaan tenaga kerja global, Robert Half International Inc. menyebutkan, kendala yang biasa dihadapi para fresh graduate dalam mendapat pekerjaan bukanlah soal kemampuan, namun ketepatan memilih perusahaan dan bidang kerja. Kenyataannya, tak jarang pelamar yang gengsi untuk mengambil kesempatan yang diberikan perusahaan kecil dengan alasan gaji yang kecil. Padahal, kesempatan bisa saja terbuka lebar bila Anda telah memiliki pengalaman bekerja walau di perusahaan kecil. Jadi, tak perlu buang kesempatan bila ada perusahaan yang sedang membuka lowongan. Tapi perlu diingat, Anda tetap perlu menilai kredibilitas perusahaan.
  3. Tanya kenapa. Bila memang tak ada tindak lanjut atas resume yang telah dikirimkan, Anda boleh kok bertanya pada pihak HRD perusahaan tersebut. Tanyakan apa yang menjadi alasan Anda belum layak diterima, mintalah masukan dan sarannya. Jangan lupa untuk bertanya apakah ada divisi lain yang juga membuka lowongan. Biarlah ia mengenal Anda dengan baik. Siapa tahu, bila ada posisi kosong, ia akan teringat dan segera menghubungi. Intinya, jangan pernah malu untuk bertanya. Bila hari ini ia sedang sibuk, coba minta waktu lain untuk bisa bicara dengannya.
  4. Bekerjalah dengan positif. Mencari kerja adalah bagian dari bekerja. Lakukan dengan positif agar hasilnya pun baik. Selain membuat agenda kegiatan 9-to-5, tanamkan nilai positif dalam diri. Kaitlin Madden, penulis dalam CareerBuilder.com mengatakan, lakukanlah self-talk. Berbicaralah pada diri sendiri dengan kata-kata yang positif. Misalnya, katakan, “Saya segera mendapatkan pekerjaan secepatnya” atau “Apa pun pekerjaan yang saya dapat nanti, itulah yang terbaik untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik nantinya”. Percaya lah, apa yang Anda yakini, biasanya itu yang akan terjadi.
  5. Bergaul. Kesempatan bisa datang di mana dan kapan saja. Siapa tahu, om, tante atau tetangga sebelah bisa memberikan informasi lowongan kerja. Jangan ragu untuk memulai pembicaraan dengan orang-orang di sekitar Anda. Walau saat ini Anda masih bekerja, jagalah hubungan baik dengan siapa pun, khususnya teman kuliah, karena dari mereka kesempatan untuk mendapatkan kerja banyak terbuka. Mulai cek siapa saja yang ada di daftar phonebook Anda. Lakukan pendekatan secara bertahap untuk menjalin kembali relasi.
  6. Rileks. Kalau jenuh dan stres masih saja menghantui, itu berarti saatnya melakukan relaksasi. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyegarkan pikiran, seperti berlibur, manjakan diri di salon kesayangan, atau sekadar mengunjungi rumah kerabat dekat. Suasana baru memang ampuh membuat pikiran kembali segar. Tengok juga keadaan sekitar, banyak orang-orang yang tak seberuntung Anda. Jadi, tidak ada waktu untuk putus asa, kan?

5 Cara Bersikap Sebagai Karyawan Baru

Meskipun sudah memiliki pengalaman bekerja, namun tetap saja bekerja di tempat baru pasti memiliki rasa tegang dan panik. Apalagi jika Anda bukan tipe orang yang sering bergonta-ganti tempat kerja, pengalaman hari-hari pertama di kantor baru bisa meresahkan Anda. Selain panik dan resah, Anda juga mungkin bingung bagaimana harus bersikap di awal kerja. Untuk mengingatkan Anda kembali, berikut ini ada 5 sikap yang perlu Anda ketahui sebagai karyawan baru :

5 Cara Bersikap Sebagai Karyawan Baru - www.iniunik.web.id

1. Profesional. Tunjukkan sikap profesional Anda di kantor. Meskipun kantor Anda terlihat santai, namun tetaplah menggunakan pakaian yang sopan. Sebuah sapaan yang santun juga perlu diperhatikan di awal pertemanan dengan rekan-rekan kerja. Gunakanlah sapaan seperti 'bapak', 'ibu' atau jika masih terlihat muda, boleh saja memanggil 'mas' atau 'mbak'.
2. Menghormati. Menghormati rekan kerja sangat penting dalam dunia kerja. Bukan hanya sekedar mengucapkan 'tolong' atau 'terima kasih'. Bersikap baik kepada seluruh karyawan, mulai dari tingkatan bawah seperti office boy sampai tingkatan paling atas seperti direktur juga perlu diperhatikan. Selain itu minimalisir lelucon, apalagi lelucon yang berhubungan dengan fisik dari rekan kerja lainnya. Selain bisa dibenci oleh rekan kerja, dapat berpengaruh buruk pada karir Anda.
3. Jujur. Salah satu perilaku yang paling penting adalah kejujuran. Jika karyawan selalu jujur, maka rekan kerja dan atasan akan mempercayai pekerjaan yang Anda lakukan. Kejujuran juga menjadi kunci untuk mendapatkan karir yang cemerlang.
4. Bekerja dengan teliti. Dalam pekerjaan baru, wajar saja jika karyawan belum sepenuhnya memahami tugasnya. Tidak ada salahnya untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Yang terpenting Anda menyiapkan kertas dan pena, serta tuliskan semua penjelasan atasan dan hindari menanyakan hal yang sama berulang kali.
5. Jangan buru-buru. Jangan katakan Anda dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat hanya untuk mengesankan atasan Anda. Bersikaplah realistis terhadap apa yang dikerjakan. Dalam seminggu pertama, Anda bisa melakukan diskusi-diskusi dengan bos Anda. Tidak harus bertemu langsung jika atasan sibuk. Melalui email atau telepon bisa menjadi alternatif untuk berkomunikasi. Beritahukan si bos bahwa pekerjaan Anda setiap harinya mengalami peningkatan.

10 Hal Yang Harus Dihindari Dalam Menulis Resume (Curriculum Vitae)

Berdasarkan survei Accountemps, sebanyak 28 persen eksekutif mengatakan resume atau daftar riwayat hidup adalah kesalahan utama bagi pencari kerja dalam membuat proses lamaran. Laman fins.com melakukan wawancara dengan pelatih karir dan penulis resume untuk memberikan 10 langkah yang harus dihindari dalam menulis resume.

10 Hal Yang Harus Dihindari Dalam Menulis Surat Lamaran Kerja Resume Curriculum Vitae - www.iniunik.web.id

  1. Detail yang tidak perlu. Ada beberapa detil pribadi yang harus anda masukkan dalam resume: nama lengkap dan informasi kontak seperti email, nomer telepon dan alamat. Tapi di luar itu, detil pribadi harus diminimalkan. Jika perusahaan ingin tahu lebih banyak tentang pribadi Anda, mereka akan meminta Anda bercerita kepada mereka. “Umur, ras, pandangan politik, sesuatu tentang jumlah anggota keluarga, status kepemilikan rumah harus dikeluarkan dari resuma Anda,” ujar says Ann Baehr, penulis resume profesional dan Presiden New York-based Best Resumes.
  2. Memasukkan riwayat kerja yang tidak menguntungkan. Jangan memasukkan informasi yang tidak akan memberi keuntungan pada pekerjaan Anda. “Segala sesuatu yang tidak berhubungan sebaiknya dikeluarkan dari resume, seperti hobi dan pekerjaan yang tidak berhubungan yang terjadi bertahun-tahun lalu” ujar Rena Nisonoff, Presiden dari The Last Word, perusahaan penulis resume dan pelatih karir di Boston. Kecuali Anda baru lulus sekolah atau baru saja menjalani pendidikan profesional, kurangi riwayat pekerjaan sampai dengan batas 10-15 tahun yang lalu.
  3. Foto diri. Dalam beberapa industri menampilkan dan menyertakan foto memang umum dilakukan, kecuali mereka adalah model atau aktor, aturan umumnya adalah foto tidak perlu disertakan. Menurut Cohen, menampilkan foto bisa memberi pemahaman yang salah dan bukan merupakan taktik yang baik. Selanjutnya, sebuah tindakan ilegal bagi perusahaan yang melakukan diskriminasi terhadap pencari kerja hanya berdasarkan penampilan. Jadi menyertakan foto diri akan membuat pekerja berada pada posisi yang tidak enak. Kecuali itu adalah sebuah permintaan khusus dan sesuai dengan pekerjaan yang dilamar, jangan pernah menyertakan foto anda.
  4. Gaji yang diharapkan. Kebanyakan pencari kerja merasa tidak enak jika harus mendiskusikan gaji yang diminta. Untuk alasan yang bagus, memberikan angka yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa berisiko bagi Anda. Sebaiknya permintaan gaji tidak dicantumkan dalam resume, kecuali diminta oleh bagian penerimaan karyawan. “Jika mereka secara spesifik meminta untuk itu, sebaiknya Anda memberikan kisarannya kepada mereka,” ujar Nisonoff. Namun tetap saja informasi demikian harus disertakan di surat lamaran dan bukan di resume. Jika Anda mempunyai pilihan, simpan pembahasan mengenai gaji sampai tahap selanjutnya yaitu saat proses wawancara.
  5. Bohong. Salah satu kebohongan yang sering dilakukan oleh pencari kerja adalah mengenai riwayat kerja mereka. Meskipun kebohongan itu untuk menutupi kesalahan atau kesuksesan, tetap tidak ada ruang bagi kebohongan dalam resume Anda. Tidak peduli seberapa kecilnya kesempatan Anda akan ketahuan, tetap tampilkan diri Anda seakurat mungkin.
  6. Sesuatu yang sifatnya rahasia. Dalam banyak pekerjaan, Anda akan memegang informasi rahasia. Mendapatkan informasi tentang pekerjaan sebelumnya yang melakukan tugas Anda, mungkin membuat Anda merasa penting. Tapi jika Anda menggunakan informasi itu dalam tambahan resume Anda, maka sama saja Anda mengibarkan bendera perang. “Informasi rahasia tidak boleh dibagi, itu akan menunjukkan penilaian yang lemah,” ujar Cohen.
  7. Jangan sertakan pengalaman yang negatif. Resume Anda harus berisi hal-hal yang positif. Memasukkan catatan mengenai performa Anda yang buruk, kesahalahan-kesalahan lain hanya akan membuat Anda mendapatkan tanggapan negatif. “Buang semua informasi tentang perilaku negatif Anda seperti , “saya dipecat” atau “saya salah dalam menata keuangan”. “Semua yang bisa membuat penilain buruk terhadap Anda dan perusahaan lama,” ujar Cohen. Mengikuti saran ini tidak membuat Anda melanggar aturan soal berbohong. Jika Anda diminta menjelaskan mengapa Anda meninggalkan pekerjaan lama, maka saatnya jujur, tapi sampai dengan saat itu, pastikan Anda menampilkan yang terbaik.
  8. Terlalu banyak pernyataan yang menjual. Ada batasan yang tipis antara menjual diri atau berlebihan terhadap diri Anda. Terlalu banyak resume yang menuliskan secara berlebihan tanggung jawab dalam pekerjaan. “Pencari kerja dengan pengalaman yang sedikit berusaha untuk menempatkan diri mereka pada posisi manajemen,” ujar Baehr. Jaga kalimat Anda untuk tidak berlebihan, sehingga pembaca resume akan mendapatkan gambaran seperti apa tanggungjawab Anda sebenarnya pada perusahaan yang lama.
  9. Referensi yang tidak mendukung. Anda harus memiliki referensi yang solid dan Anda kenal, sehingga jika pewawancara bertanya tentang mereka, Anda bisa menjelaskan dengan baik. “Ini bukan pilihan. Jika mereka memintanya, maka mereka akan bertanya pada Anda,” ujar Baehr. Juga buat pernyataan yang obyektif, tidak perlu menjelaskan tujuan karir kecuali Anda baru lulus atau pindah jalur karir. Jika perlu, masukkan obyektif Anda dalam catatan kualifikasi yang Anda buat. “Hal ini menjelaskan apa yang Anda inginkan, yang mungkin tidak terlihat dari resume. Dan itu juga bisa menjelaskan mengapa Anda ingin merubah karir Anda,” ujar Cohen.
  10. Terlalu Banyak Informasi. Terlalu banyak informasi bukan ide yang bagus. Akan menjadi buruk jika dibaca oleh pewawancara yang sibuk, lelah dan mungkin tidak akan membaca resume Anda kata per kata. Jika terlalu banyak informasi dalam resume Anda, pewawancara tidak akan suka membaca semuanya atau hanya membaca sebagian dengan cepat. “Terlalu banyak detail akan merusak karena tidak akan dibaca. Jika Anda menyertakan banyak informasi akan mengganggu pembacanya,” ujar Cohen.

3 Tips Menghadapi Bos Berkarakter "Sulit"

ATASAN atau bos Anda di kantor sangat menyebalkan? Sekesal dan sedongkol apapun Anda pada sikapnya, mau tak mau Anda tetap harus bisa berhadapan dengan bos yang memiliki karakter sulit. Berikut beberapa tipe bos dengan karakter sulit bagi anak buahnya :

Tipe Otoriter

Bos tipe ini sangat mendewakan jabatan dan kedudukannya, umumnya mereka gemar sekali memberi perintah. Meski memberi perintah adalah salah satu tugasnya, tapi cara mereka mengeluarkan perintah umumnya sinis. Tak heran jika bos tipe ini sering membuat anak buahnya "jantungan", stres dan tak nyaman.

Tapi tak perlu takut dan khawatir, se-otoriter apapun seseorang, selalu ada cara untuk menghadapinya. Sikap atasan yang "bossy", umumnya karena ia membutuhkan pengakuan dari lingkungan bahwa dirinya punya kekuasaan.

3 Tips Menghadapi Bos Berkarakter Sulit Galak Keras - www.iniunik.web.id

Trik menghadapinya :

1. Minta Persetujuan

Setiap kali Anda ingin melakukan suatu pekerjaan, jangan lupa minta persetujuan dan pendapat bos. Sebab bos yang otoriter, biasanya lebih suka jika dimintai pendapatnya. Coba untuk selalu menyamakan pendapat, sehingga Anda menemukan kecocokan dengannya.

2. Hindari Konfrontasi

Bila ingin memberi usul membangun, jangan ragu untuk menyampaikannya pada si bos. Asal dikemukakan tanpa menimbulkan konfrontasi. Bos yang otoriter, biasanya tidak suka bertele-tele. Sampaikan laporan secara singkat, padat tapi jelas. Tunjukkan bahwa Anda mampu bekerja dengan praktis tanpa mengurangi bobot pekerjaan.

3. Pujilah Bos

Orang yang "sulit" seperti ini, biasanya selalu ingin dihargai. Mereka "haus" akan sanjungan dan kehormatan, sehingga pujilah ia sesekali. Di lain waktu, kritiklah tindakannya yang mengganggu. Katakan kalau Anda ingin melakukan yang terbaik dan akan lebih mudah melakukannya jika kondisi lingkungan mendukung. Jangan lupa untuk menyampaikannya dengan halus dan sopan.

Tipe Perfeksionis

Bos yang perfeksionis selalu menuntut bawahannya untuk melakukan pekerjaan sebaik yang ia inginkan, meski tidak ada satupun pekerjaan yang sebaik ia kerjakan. Ia menggunakan standar pribadi dalam menilai pekerjaan anak buahnya, sehingga cenderung lebih suka mengerjakan segala sesuatu sendirian. Kalaupun terpaksa mendelegasikan pekerjaan ke anak buah, setiap saat pekerjaan itu akan terus diperiksanya. Meski sudah bekerja maksimal, siap-siaplah menerima kritik "pedas" darinya.

Jangan putus asa dulu menghadapi bos tipe ini, sebab masih ada trik untuk menghadapinya:

1. Rebut Kepercayaannya

Berusahalah mendapatkan pekerjaan yang biasanya ia kerjakan sendiri, sebab bos yang perfeksionis banyak menyimpan pekerjaan untuk dirinya sendiri. Coba amati apa tugas-tugas yang tertunda adalah akibat kesibukannya, lalu ajukan diri untuk menyelesaikan tugas tersebut.

2. Lebih Inisiatif

Jika biasanya Anda menutup telinga rapat-rapat dari omelan dan kritikannya, kini simak dengan seksama. Dari kritikan dan omelannya, Anda akan tahu standar seperti apa yang digunakan si bos. Usahakan sebelum ia menanyakan dan mengecek pekerjaan Anda, Andalah yang berinisiatif melaporkannya.

3. Jangan Takut Bertanya

Anda tidak perlu takut bertanya dengan tipe bos seperti ini, apalagi jika ada sesuatu yang kurang jelas. Jangan pula mengharapkan pujian dari seorang bos yang perfeksionis, sebab bos tipe ini pelit pujian. Lagi pula, Anda bekerja bukan untuk mendapatkan pujian bukan? Jangan lupa pula untuk senantiasa melaporkan setiap kali Anda menyelesaikan satu tahap pekerjaan.

Tipe Temperamen

Bos tipe ini umumnya menakutkan dan menjengkelkan, sebab sikapnya selalu diliputi emosi dan mudah sekali "meledak". Kemarahannya akan membuat seisi kantor ciut. Sekecil apapun kesalahan yang dilakukan anak buah, akan membuatnya marah.

Saking seringnya marah, anak buahnya bahkan tidak tahu lagi apa yang membuatnya marah. Sehingga meski tidak dalam keadaan marah pun, anak buahnya akan selalu siap siaga menghadapi kemarahannya.

Punya bos yang temperamental memang merepotkan, sebab belum apa-apa sudah sport jantung duluan. Mau ini salah, mau itu takut. Tapi jangan khawatir, sebuas apapun si bos masih ada cara untuk menghadapinya:

1. Santai Saja

Segarang apapun si bos, ia tetap manusia yang punya hati dan perasaan, jadi santai saja. Tetap tenang saat menghadapinya, hindari bersikap kaku dan tenang yang diperlihatkan dari ekspresi wajah Anda. Hindari memberikan ekspresi ketakutan, seperti terus menerus menunduk dan menghindari bertatapan mata dengannya.

2. Jangan Banyak Bercanda

Jangan sekali-kali melontarkan lelucon bila ia sedang serius, meski bermaksud untuk mencairkan suasana, tapi bila lelucon Anda "tidak pas" maka bersiap-siaplah menerima dampratannya. Bersikaplah dengan pikiran terbuka dan positif, hindari menginterupsi ucapannya terlalu sering sebab akan memicu kemarahannya. Jika ingin menyampaikan sesuatu, carilah kesempatan yang tepat. Katakan dengan suara yang tenang dan tidak terlalu cepat, tapi juga jangan terlalu lamban. Pilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan situasi serta kondisi.

3. Jangan Mengeluh

Bertanggungjawablah dengan tugas-tugas keseharian Anda dan jangan coba-coba mengeluh di depannya. Bila ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk menanyakannya. Bos yang galak lebih suka Anda bertanya daripada pura-pura mengerti. Menghadapi anak buah yang sering mengeluh dan "lamban" hanya akan membuatnya "senewen" dan tambah galak. Tapi bos temperamental juga biasanya lebih "fair" dan objektif dalam menilai anak buah.

Sesulit apapun tipe bos yang Anda hadapi, hadapilah dengan kejelian dan kepekaan dalam mengamati perilaku dan kebiasaannya. Sehingga Anda pun akan tahu kapan harus bertindak, dan kapan harus menunda.

Ingatlah, bos yang sulit akan semakin sulit jika menghadapi bawahan yang sulit pula. Jadi, tak ada salahnya Anda menjadi bawahan yang supel tanpa harus sering-sering makan hati. Bagaimana, Anda setuju?

Penyebab, Akibat & Tips Menghindari Perselingkuhan di Kantor

Pernyataan bahwa kantor atau tempat kerja menjadi "tempat subur" terjadinya perselingkuhan bukannya tanpa alasan. Di tempat ini memang sangat memungkinkan terjadinya hubungan percintaan antar karyawan dan akan menyebabkan masalah bila hubungan percintaan menjerat seseorang yang telah menikah. Beberapa alasan dapat tumbuh benih-benih cinta di tempat kerja adalah :

Penyebab, Akibat & Tips Menghindari Perselingkuhan di Kantor - www.iniunik.web.id

Penyebab Perselingkuhan di Kantor

  1. Seringnya pertemuan. Bila dihitung persentase jam selama sehari, kantor adalah salah satu tempat terbanyak kita menghabiskan waktu setiap hari. Sebagai karyawan, Anda akan bekerja selama kurang lebih 8 jam sehari. Pertemuan ini berlangsung 5 atau 6 hari selama seminggu, maka secara persentase jumlah waktu yang dihabiskan dengan teman kantor lebih banyak dibandingkan dengan suami atau istri.
  2. Tempat pelarian dari masalah keluarga. Hidup berumah tangga tentu tidak bebas dari masalah. Saat terjadi masalah, mungkin ada yang mencari jalan keluar dengan cara curhat dengan teman kantor. Bila curhat ini Anda lakukan dengan rekan kerja yang berlawanan jenis, bisa saja Anda merasakan kenyamanan semu dan mengganggapnya lebih menyenangkan dibandingkan dengan pasangan hidup. Jika proses ini terus berlangsung akan menghasilkan sikap romantis kepada rekan kerja yang pada akhirnya bisa menjadi pemicu perselingkuhan.
  3. Penampilan terbaik adalah selama berada di kantor. Kebanyakan dari kita bekerja dimulai dari pagi hari. Waktu ini adalah saat kita masih merasa segar baik secara fisik maupun emosi. Wajah terlihat segar yang akan menambah kecantikan. Belum lagi tambahan make up dan parfum yang membuat kita semakin sempurna. Sedangkan waktu yang kita habiskan bersama pasangan adalah saat kita telah kehabisan energi, saat itu kita mungkin lelah sehingga penampilan tidak menarik.
  4. Nilai moral yang turun. Dahulu, perceraian dianggap sebagai tidakan yang tidak baik. Tetapi kini hal itu dianggap wajar. Salah satu penyebabnya adalah nilai moral yang rendah yang mungkin kita dapat dari berbagai media hiburan seperti di televisi, lagu, atau Internet yang menyampaikan kesan bahwa perselingkuhan dan perceraian adalah sesuatu yang wajar.

Akibat Perselingkuhan di Kantor

Perselingkuhan dalam kantor bukanlah tanpa akibat yang buruk. Perasaan teman hidup yang tidak bersalah tentu akan menjadi korban. Perasaan dikhianati ini tidak dapat hilang dalam waktu sebentar karena dapat menyebabkan trauma baik bagi teman hidup maupun anak-anak. Akibatnya, perceraian yang bisa melukai perasaan anak dapat terjadi.

Hubungan terlarang di kantor ini biasanya akan menjadi gosip yang menarik di kantor. Bila Anda terbukti berselingkuh, bisa jadi Anda kehilangan pekerjaan bila perusahaan tidak mau citra perusahaan menjadi rusak. Meskipun perusahan tidak mengambil tidakan tegas, tetapi Anda akan kehilangan wibawa dari bawahan Anda. Nama baik Anda dapat tercemar karena tidak setia. Sebutan "tidak setia" atau "perusak rumah tangga" dapat disandang. Belum lagi, bila pasangan hidup Anda atau selingkuhan Anda datang ke kantor sambil marah-marah yang akan menarik perhatian karyawan lainnya. Kemungkinan lain adalah terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan, Anda tentu akan merasakan malu.

Tips Menghindari Perselingkuhan di Kantor

Melihat banyaknya kerugian dari perselingkuhan, maka walaupun alasan-alasan diatas dapat menjerat semua orang, tetapi kita tentu akan mempertahankan keluarga. Maka, agar tidak memancing hubungan cinta terlarang di kantor, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

  1. Jangan jadikan rekan kerja lawan jenis Anda sebagai tempat curhat. Komunikasi terbaik harus terjadi antara suami dengan istri serta sebaliknya. Hendaknya dicari solusi agar masalah keluarga dapat dihilangkan. Masalah dalam keluarga bukanlah sesuatu yang terlalu besar sehingga tidak dapat dipecahkan bersama.
  2. Jangan memulai atau terlibat dari perkataan yang berisi rayuan dengan rekan kerja yang berlawanan jenis. Perkataan yang diucapkan seorang teman kerja, walaupun hanya berupa gurauan hendaknya tidak ditanggapi. Perasan tersanjung dapat menjadi awal mula timbulnya perasaan asmara.
  3. Memajang foto keluarga atau pasangan di meja kerja. Dengan memajang foto keluarga atau pasangan di meja kerja, akan diingatkan bahwa Anda memiliki pasangan hidup dan anak-anak yang sangat ingin berkumpul dengan Anda. Memasang foto bergambar keharmonisan keluarga dapat membuat penggoda Anda untuk berpikir ulang untuk menggoda Anda. Hal ini dapat menjadi perlindungan bagi Anda.
  4. Gunakan pakaian yang sopan. Hindari untuk memilih pakaian yang terlalu terbuka atau minim karena hal ini dapat merusak konsentrasi rekan lainnya atau bahkan menjadi bahan ejekan atau menjadi bahan rayuan teman.
  5. Jangan selalu pergi berdua dengan teman kerja yang sama. Baik untuk makan siang, pulang pergi hendaknya tidak dilakukan hanya berdua dengan rekan sekerja yang sama terus-menerus. Ajaklah beberapa orang lainnya untuk menemani.

Hubungan selingkuh meski sudah umum bukanlah sesuatu yang bermanfaat. Perselingkuhan bukanlah hal baik, sebaliknya hal ini perlu dihindari agar tidak ada pihak yang terluka maupun dapat merusak diri sendiri. Utamakan pasangan dan keluarga Anda serta pertahankan perkawinan Anda!

8 Tips Tetap Produktif di Rumah

Salah satu alasan mengapa ingin menjadi freelancer adalah ingin bisa bekerja dari rumah. Namun, suasana bekerja di rumah tentu sangat berbeda dengan suasana bekerja di kantor. Namun bukan berarti bekerja di rumah itu tidak bisa produktif, berikut beberapa tips supaya tetap bisa produktif bekerja di rumah.

8 Tips Tetap Produktif di Rumah - www.iniunik.web.id

  1. Buatlah Playlist Musik Kesukaan. Bekerja sambil ditemani musik-musik kesukaan bisa membuat kita lebih produktif. Cara ini bekerja dengan baik bagi saya dan teman-teman saya. Pilihlah musik yang memang mendukung, pilihlah musik yang soft dan jangan nyalakan musik dengan tema galau, bisa-bisa nanti merusak mood kerja anda.
  2. Jauhkan Gangguan Di Sekitar. Bekerja di rumah mudah sekali mendapatkan gangguan, entah itu dari keluarga ataupun barang-barang elektronik seperti TV, Xbox atau Nintendo. Saat bekerja jauhkan distraction tersebut, matikan tivi atau barang elektronik lainnya, buatlah jadwal kerja anda dan tunjukan pada keluarga agar mereka memahaminya.
  3. Selalu Siapkan Catatan Untuk Menampung Ide. Tips ini berlaku untuk semua profesional, tidak hanya yang bekerja di rumah. Ide itu seperti binatang liar, kita harus siap menghadapi dan menangkapnya kapan saja. Oleh karena itu, siapkan catatan yang selalu anda bawa. Bisa dengan gadget atau buku kecil yang bisa masuk kantong, sehingga ketika ide datang menghampiri, kita sudah siao untuk menangkap dan mencatatnya.
  4. Ciptakan Ruang Kerja Sebagaimana Mestinya. Apa yang anda lakukan pertama kali saat duduk di depan komputer? membuka YM, twitter, facebook? Buatlah ruang kerja anda termasuk desktop di komputer supaya mendukung produktifitas. Tampilkan hanya aplikasi produktiftas saja, singkirkan shortcut seperti twitter, FB atau YM.
  5. Taruh Benda-Benda Yang Membuat Anda Semangat. Semangat bisa datang dari luar atau biasa disebut eksternal motivation. Salah satu pemicunya adalah benda-benda tertentu. Apakah semangat anda bertambah saat membayangkan pasangan anda? kalau begitu, taruhlah foto mereka di meja kerja anda.
  6. Atur Cahaya Dan Warna. Pencahayaan dan warna dari ruang kerja bisa membuat kita bekerja lebih semangat, jadi pastikan anda memiliki pencahayaan yang baik dan warna dinding yang bisa memancarkan suasana positif di ruang kerja.
  7. Gunakan Peralatan Yang Ergonomis. Dalam banyak penelitian, ergonomika kerja penting untuk meningkatkan produktifitas, salah satunya adalah memilih peralatan kerja yang ergonomis atau enak digunakan. Sebagai contoh, pilihlah kursi yang empuk supaya pinggang anda tidak cepat sakit.
  8. Bekerjalah Dengan Senang Hati. Bekerjalah seperti anda bermain, artinya jika kita merasa senang saat bekerja, otomatis produktiftas akan terjaga. Kebahagiaan berbanding lurus dengan produktifitas, anda percaya ?

7 Tips Membangun Kerja Tim Yang Solid

Bekerja dengan rekan satu tim tidak selalu menyenangkan. Secocok apa pun Anda dengan teman-teman, selalu ada masa ketika pendapat setiap orang bisa berbeda. Ada juga kalanya salah seorang dari rekan Anda sedang mengalami masalah, sehingga kinerjanya menurun. Agar pekerjaan bisa selesai dan hubungan tetap baik setiap hari Anda perlu menjaga irama kerja bersama-sama. 7 Tips Membangun Tim Kerja Yang Solid berikut ini layak untuk diperhatikan :

7 Tips Membangun Kerja Tim Yang Solid - www.iniunik.web.id

  1. Ekspektasi Terhadap Pekerjaan dan Hasilnya. Setiap anggota perlu memahami mengapa mereka ditempatkan di dalam satu tim dan apa tujuannya. Apakah ini adalah tim tetap atau untuk suatu proyek saja? Apa misi dari pekerjaan yang Anda emban? Sejauh mana pembagian waktu dan peran masing-masing anggota tim, itu juga perlu selalu diingat.
  2. Komitmen. Setiap anggota tim perlu memiliki komitmen yang sama, untuk mencapai misi pekerjaan. Sejauh mana Anda memandang kontribusi Anda terhadap perusahaan dan juga demi kemajuan diri sendiri? Pertanyaan ini juga perlu selalu diajukan ke setiap anggota tim lainnya.
  3. Kompetensi. Apakah kompetensi yang dimiliki tim telah merata atau cenderung didominasi oleh orang-orang tertentu dan yang lain hanya bekerja di belakang? Sebaiknya, setiap anggota memiliki kemampuan tertentu sehingga sebagai tim akan memiliki kekuatan yang lebih besar lagi. Perlu dilihat juga, apakah setelah Anda dan teman-teman menjadi satu tim, ada perkembangan kemampuan atau tidak? Jika tidak, mungkin Anda perlu mengajukan permohonan training pada bagian SDM.
  4. Alur Kerja. Sejauh mana alur kerja yang dijalani sekarang sudah efektif dan memberikan hasil yang baik? Untuk memastikannya, perlu dilihat apakah Anda dan teman-teman sudah memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, sesuai dengan peran dalam tim. Jika terjadi sesuatu secara mendadak yang mengganggu alur kerja, berdiskusilah bersama untuk mengantisipasinya. Jangan tunggu sampai terjadi masalah.
  5. Komunikasi. Tim Anda tidak akan bisa bekerja optimal jika tidak ada komunikasi yang baik. Untuk itu, Anda perlu memastikan bahwa hubungan Anda dengan rekan-rekan didasari oleh komunikasi yang tulus dan jujur. Begitu juga dengan atasan dan perusahaan. Pastikan hasil kerja tim selalu mendapatkan umpan balik dari atasan dan perusahaan. Karena, jika tidak ada saran atau kritik, bagaimana Anda tahu bahwa semua sudah berjalan sesuai jalurnya?
  6. Konsekuensi. Selalu pikirkan konsekuensi dari setiap tindakan terhadap diri sendiri, tim, dan juga perusahaan. Apakah keputusan yang Anda alami dapat berpengaruh pada teman-teman lainnya? Bagaimana jika tim Anda tidak berhasil memenuhi target yang diberikan? Selalu pikirkan hal ini dan bicarakan dengan rekan tim Anda.
  7. Reaksi Terhadap Perubahan. Sejalan dengan waktu, Anda dan tim dapat mengalami berbagai perubahan. Itu bisa datang dari anggota tim, interaksi dengan pihak luar, dan kebijakan perusahaan. Sejauh mana tim Anda dapat menghadapi perubahan ini? Hal ini perlu dibicarakan dengan serius bersama-sama.

10 Trik Untuk Melesatkan Karir Anda

Saat menapaki karier, Anda mungkin menemukan berbagai hambatan. Mulai dari persaingan antar rekan kerja hingga masalah internal perusahaan. Nah, agar karir melesat, jangan sampai salah jalan. 10 trik berikut ini dapat Anda jadikan pedoman untuk itu :

10 Trik Untuk Melesatkan Karir Anda - www.iniunik.web.id

  1. Asah Jiwa Kepemimpinan. Secara konsisten, tingkatkanlah kemampuan Anda sebagai pemimpin setiap kali Anda berkesempatan memimpin sebuah tim. Kebutuhan ekonomi yang sangat mendesak mengharuskan Anda melakukan mobilitas tinggi dalam pekerjaan. Jika atasan Anda dipecat, Anda harus segera bergerak. Anda dapat menggunakan kalimat-kalimat ampuh untuk mendapatkan pekerjaan impian. Misalnya : "Saya tidak mencari promosi, tapi saya tidak ingin adanya kekacauan" atau "Saya tahu seluk beluk pekerjaan atasan saya, jadi saya bersedia untuk menjalankan pekerjaannya selama masa transisi ini."
  2. Pastikan Anda Dibayar Layak. Pastikan Anda mengetahui kemampuan Anda sebelum menerima sebuah pekerjaan. Pastikan pula pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan Anda dan periksalah apakah pekerjaan tersebut memiliki masa depan yang menguntungkan untuk Anda. Akan lebih baik jika Anda memiliki teman di perusahaan yang menawarkan pekerjaan sehingga Anda dapat bertanya hal-hal terkait perusahaan tersebut.
  3. Jaga Hubungan Profesional. Siapa yang akan mendukung Anda jika terjadi persaingan terbuka untuk sebuah jabatan di dalam perusahaan tempat Anda bekerja? Membangun hubungan yang baik antar rekan kerja dan atasan dapat menguntungkan karier Anda.
  4. Cari Peluang Pengembangan. Jika Anda bersedia ditempatkan di daerah pengembangan baru, kemampuan kepemimpinan Anda dapat teruji. Anggap hal ini sebagai kesempatan Anda membuktikan bahwa Anda layak memimpin dan layak mendapatkan promosi ke jenjang karier yang lebih tinggi.
  5. Jangan "Menjual" Diri Terlalu Rendah. Anda hanya akan menghalangi pengembangan diri jika Anda "menjual" diri Anda terlalu rendah. Buktikan diri Anda bahwa Anda layak mendapatkan lebih banyak. Percayalah pada diri sendiri atas apa yang layak Anda dapatkan.
  6. Putuskan Karier Anda. Jika industri yang Anda masuki sedang menunjukkan penurunan pesat, sudah saatnya Anda beralih ke industri lain yang sedang booming. Jangan hanya karena merasa tidak enak, karier Anda tidak bergerak. Ambilah sedikit risiko dengan memutuskan pindah pekerjaan.
  7. Jangan Habiskan Energi Untuk Kebencian. Dalam bekerja, apalagi dalam sebuah persaingan terbuka, sudah pasti Anda akan banyak dibenci kompetitor. Jangan menghabiskan waktu dan energi untuk menanggapi hal-hal negatif yang dibuat kompetitor untuk menjatuhkan Anda. Gunakan energi Anda untuk membangun kesuksesan Anda.
  8. Tidak Ada Yang Tidak Bisa Dilakukan. Ketika Anda diminta untuk melakukan sebuah tugas, berikan respons positif dengan mengatakan, "Iya." Walaupun Anda tidak tahu bagaimana cara mengerjakannya. Anda dapat mencari tahu setelahnya. Namun, ketika semua usaha yang Anda lakukan gagal, Anda dapat mengatakannya pada atasan bahwa Anda mengalami kesulitan menjalankan tugas. Sebelumnya, pastikan Anda memiliki rencana cadangan untuk dibahas dengan atasan Anda.
  9. Jujur Dengan Keinginan Anda. Cobalah jujur dengan keinginan Anda dan luangkan waktu untuk menilai apa yang Anda inginkan dalam karier Anda. Lakukan pekerjaan Anda seperti hobi, Anda pun tidak akan merasakan pekerjaan Anda sebagai sebuah pekerjaan.
  10. Tunjukkan Profesionalisme. Anda harus menunjukkan bahwa Anda adalah seorang yang profesional. Tidak melibatkan masalah pribadi dalam pekerjaan adalah salah satu cara untuk dapat menunjukkannya.

Top