Memendam Rasa Cinta itu Sebuah Kesalahan / Pilihan / Derita / Kebodohan / Kekalahan ?

Memendam Rasa Cinta itu Sebuah Kesalahan / Pilihan / Derita / Kebodohan / Pecundang ?
Ketika CINTA mu hanya dalam diam, ada di pikiran, sudah ada di ujung bibir tapi tak tersampaikan karena beku dan pujaan hati tercinta tak tahu apa yang kamu rasakan. Perasaan kamu berkecamuk hebat, pikiran memendam kegelisahan yang teramat, saat melihat dan memandangnya yang terasa debar kencang jantung.

Sebuah susunan kata sederhana :
I LOVE YOU “ ...
AKU CINTA KAMU “ ...
GUE SAYANG ELO

Tapi kenapa susah sekali di sampaikan ?

Ada apa yang salah dalam diriku ?

Ada apa yang mengganjal dalam pikiranku ?

Mari mencari jawaban apakah memendam cinta itu suatu :
KESALAHAN atau PILIHAN atau PENDERITAAN atau KEBODOHAN atau PECUNDANG ?

Coba kamu masuk tingkah polah kelakuan, perasaan dan situasi mana yang sedang dan akan kamu hadapi saat cintamu dalam diam dan memendam perasaan itu sendirian ?


Kamu Jadi ABC (Aneh, Beda dan Canggung)

Ketemu pujaan hati tapi tak bisa mengungkapkan, kamu bertingkah seperti ini ?
  1. Curi-Curi Pandang, tapi begitu di pandang, kamu malah buang pandangan
  2. Di pandang kelabakan, pipi jadi merah merona atau salah tingkah
  3. Di tegur kawan, “ hei kamu suka ya sama doi ? ” ... tapi menyangkal, “ ah ngak kok, kamu salah lihat kali “ sambil mengalihkan pembicaraan, melakukan aktivitas lain atau bertingkah aneh lainnya
  4. Kamu biasanya cuek, selengekan atau bicara keras, begitu ketemu pujaan bisa jadi lembut, sabar dan beda lah dari biasanya
  5. Awalnya tidak suka lari, tidak suka makan duren, benci sayur dan buah ... tiba-tiba lihat pujaan hati suka yang kamu tidak suka, kamu pun berusaha mati-matian menjadi suka apa yang dia suka ... ah pokoknya kamu terlihat aneh
  6. Kalau duduk sendiri tiba-tiba rambut di mainin, senyum-senyum sendiri, ngelamun tapi bola mata berputar-putar
  7. Di depan cermin, tiba-tiba seluruh badan di lihat, dalam hati bilang cakep ngak, cantik ngak, apa ya yang kurang kalau pakai ini, apa yang kurang ya kalau aksesoriesnya ini, kelihatan macho gak ya, kelihatan sopan gak ya dll
Coba akui saja kamu jadi ABC kan ? ... jadi pribadi yang lain kalau sudah jatuh cinta ... tapi sayang dipendam he he he


Jadi Detektif Sosmed,
Stalking Kepoin Status dan
Kegiatan Doi

Ambisimu yang besar dan menggebu-gebu buat pengen tahu status dan aktivitas orang yang kamu incar, rasanya kamu selalu ingin melihatnya terus. Sampai urusan masa lalu pun kamu investigasi layaknya detektif, semakin belum tahu maka di saat itu gairah penasaranmu meningkat, buat mengungkap semua pertanyaan dan misteri yang belum kamu tahu. Coba kamu mengaku saja apa benar kamu melakukan ini ?
  1. Buat akun palsu biar kamu puas stalking tanpa ketahuan jati diri aslimu, bisa puas nge-LIKE, nge-LOVE, nge-RT sampai bebas mengomentari postingan status dan caption nya supaya terkesan bisa SKSD
  2. Menjadi pensupport habis-habisan apapun yang dia tuliskan dan unggahkan
  3. Memikirkan benar-benar setiap balasan komentar postingan doi, supaya terlihat sopan dan bijaksana
  4. Kejujuran komentarmu itu bisa jadi dilema, kamu bisa dibuat bukan menjadi diri sendiri, ketika kejujuranmu ternyata menyakiti perasaannya, siap-siap KENA BLOCK
Rasa Kepo yang besar ini membuat keinginan menguat untuk tahu segala hal tentangnya, lebih dalam dan mendorong rasa tertarik muncul karena kamu merasa tertantang dalam mode “PENGAGUM RAHASIA”.


Menyembunyikan Perasaan
dan
Menjadi Lebih Perasa

Cinta dalam diam, berusaha menyembunyikan perasaan dalam hati dan itu menimbulkan perang batin yang terus berkecamuk. Menjaga sikap supaya di depan pujaan hati terlihat biasa saja, tetapi dalam pikiran seperti ombak besar yang membuat diri terombang-ambing bergejolak. Bukankah itu seperti menutupi bau bangkai, kalau tak ahli baunya siap menyebar.

Manusia terlahir dengan pikiran dan perasaan, tetapi saat jatuh cinta dominan faktor perasaan akan terlihat lebih jelas. Banyak saat sendiri tiba perasaan cinta itu akan berkobar dan kamu akan selalu bertanya-tanya dalam diam : “Adakah yang salah saat aku mulai jatuh cinta dengan dia, kini semakin dalam dan terus dalam ?”. Hatimu menjadi lebih perasa daripada waktu-waktu sebelumnya.


Tidak Mau Jauh, Inginnya Dekat Terus

Galau akan kerap kali datang menghinggapi saat kau tak melihatnya dalam jangka waktu tertentu, melihat senyumnya ... mendengar suaranya ... melihat jalannya ... bahkan menghafalkan logat bicaranya ... ahhh membuat kamu menggebu-gebu ingin selalu di dekatnya, ingin selalu berada di sisinya sedekat-dekatnya, menjadi orang terpenting dalam hidupnya, menjadi seseorang yang setiap hari dia sapa.

Tapi kamu tak bisa mendekat, karena tembok mimpi belum menjadi nyata. Memendamnya sendiri perasaan yang tak tersampaikan dan menjadi kesedihan. Kebahagiaan yang tertunda ini membuatmu NELANGSA. Berat ... sungguh berat rasanya saat mencintai dalam diam.


Timbul Rasa Khawatir

Awalnya pengen tahu saja, tapi berjalannya waktu kadar itu bertambah menjadi cinta, perasaan ingin memiliki mendorong timbulnya rasa khawatir. Apa jadinya jika ada hal buruk menimpa pujaan hati. Menjadi ikut terbawa rasa dalam ruang imajinasi keterbatasan informasi mengenai keadaan pujaan hati, tidak update sosmed sekian lama, tidak berjumpa sekian lama, melihat wajahnya murung dll. Padahal kamu tiada status dengannya, tapi ruang liar imajinasi itu menjadikan pikiranmu dipenuhi rasa khawatir.


Mulai Cemburu

Pacar bukan, orang terdekat juga bukan tetapi kalau ada orang lain terlihat dekat atau mesra tapi kenapa yang muncul di pikiran adalah CEMBURU. Maka dari itu kamu perlu mencari tahu alasannya terlebih dahulu bagaimana cemburu itu bisa muncul, paling dominan karena muncul rasa takut kehilangan sosoknya. Kehilangan seperti ada yang mencuri sesuatu yang paling berharga dari dirimu atau imajinasi pikiran tak akan bisa melihat pujaan hati untuk selamanya. Sudah siapkah kamu kehilangan ?

Cemburu timbul kadang karena sikap dan pikiran yang tidak realistis, menganggap apa yang sedang kamu target sebagai pujaan hati seperti barang milik, padahal realitasnya status hanya sebatas ingin mengenal dan teman saja, bukan pacar apalagi pendamping hidup. Bisa di tembak bahwa cemburu kamu karena EMOSI dan TIDAK BISA REALISTIS, berusaha menciptakan tembok dan jeruji pembatas gerak kebebasan ruang pujaan hati menjadi sesuatu hak milik privat. Kembalikan lagi pertanyaan : “ Layakkah Kamu Cemburu Dengan Yang Bukan Siapa-Siapamu “ ?


Merasa Rendah Diri/Minder

Memandangi pujaan hati dari jauh dan menjadikannya fantasi idola layaknya pangeran atau putri impian. “ Tapi apalah aku ini hanya orang biasa bukan siapa-siapa? ”, jadilah kamu menjadi minder atau rendah diri. Minder menjadikan kamu tak mampu memperjuangkan cinta. Kamu terlanjur punya pikiran tidak mau tersakiti atau tidak mau kalah padahal belum mencoba, menjadi lebih mudah takut, ingin mundur bahkan langsung terpintas pikiran negatif saat mencoba menyatakan cinta pada pujaan.

Minder terkadang muncul saat kriteria pujaan yang menjadi idaman belum semua terpenuhi. Sejenak kamu bisa berkata : “dia cakep, tinggi, putih idaman banget tapi aku hanya buruh pabrik”, “dia cantik, body aduhai, pintar, tapi kok lulusan S2, gajinya berapa ya” seperti itulah contoh pikiran minder yang menjadikan kamu penasaran sudah sesuai kriteria tetapi ada standar kesetaraan yang tak dapat dipenuhi, akhirnya membuat kamu terjebak dalam zona friend-zone hanya untuk mencari tahu jawaban atas rasa penasaran yang membuat rasa minder kamu tak bisa menyambut cinta pujaan.


Gengsi Kamu Terlalu Besar

Kamu suka dengan dia, tapi gengsimu terlalu besar, entah karena :
  1. Merasa udah mencoba kasih tanda dengan berbagai cara ... tapi ternyata dia tak peka dengan maksudmu.
  2. Malu sama teman-teman ternyata suka sama teman sendiri
  3. Malu sama tetangga ternyata suka dengan tetangga sendiri
  4. Malu di tolak apalagi kamu ganteng, tajir melintir, pendidikan tinggi, dll
  5. Malu jangan-jangan hanya terbawa perasaan alias baper sama suasana saja
  6. Masih muda masih mau pilih-pilih atau seleksi tidak mau terjebak dalam hubungan serius
  7. Rendah diri, jangan-jangan tak pantas buat dia
Nah kira-kira gengsi kamu karena apa ?


Takut Mendapatkan Pasangan yang Salah

Ada ungkapan orang : “Takut Memilih karena Takut Salah Pilih” Belum kenal dan mencoba, pikiran kamu sudah membangun justifikasi sendiri : “Benar tidak dia adalah pasangan yang tepat buat aku nyatakan cinta, bagaimana kalau keputusanku salah ?”.

Saat dalam mode Cinta Diam, kamu sedang terjebak dan sulit membedakan posisi kamu di dunia nyata dan fantasi. Kenapa kamu sudah membangun tembok sendiri dengan pikiran buruk, di sisi lain kamu belum mencoba, kenapa tidak bisa menikmati masa-masa perkenalan dan pendekatan. Bahkan kamu bisa saja berpikiran terlalu jauh jangan-jangan pujaan hati tukang selingkuh, kenapa tidak berpikiran ternyata pujaan hati mau menerima kamu apa adanya.

Kamu ingin pasangan yang tampan, mapan, humoris, budi pekerti baik, jadi teladan, agamanya kuat dll ?
atau
Kamu ingin pasangan yang cantik, sopan, perhatian, pintar, pandai merawat diri dll ?

Siapa yang tidak ingin mendapat pasangan hidup yang ideal ?

Tetapi jika dibalik, apakah pernah kamu berfikir kalau kamu pribadi masih jauh dari kata sempurna? Kalau jawabannya ternyata pribadi kamu masih jauh dari sempurna, kenapa kamu menggunakan standart imajinasi yang terlalu tinggi ?

Bukankah pribadi satu dengan yang lain itu berbeda, bukankah manusia lahir kedunia ini untuk saling belajar dan bersama-sama saling melengkapi.

Bukankah di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna ?

Jika kamu merasa begitu, cobalah membuang rasa takut. Beranikan diri membuka diri dalam pergaulan. Kamu tidak bisa mendapatkan jodoh kalau kamu hanya berdiam diri dan membiarkan dirimu dikuasai rasa takut. Oleh karena itu, keluarlah dari zona nyaman dan ketakutanmu sekarang juga!

Pernah dengar lagu “ Kau Bukan Jodohku “ .. di sana dituliskan dalam salah satu alinea berbunyi .. “ Ku doakan, agar smoga .. Hidupmu berbahagia .. Aku akan pergi membawa .. Luka Lara hatiku ... Walau engkau bukan jodohku ... Cinta ku tak akan beku sampai detik akhir hayatku .. Kau kan ku kenang selalu

Ya ujungnya cuma jadi kenangan, bukan pasangan. Memilih pasangan hidup tidak salah, yang salah adalah kamu terlalu memilih dan tidak bisa berfikir lebih realistis.


Takut Merusak Pertemanan dan Silaturahmi

Apa jadinya jika diam-diam yang menjadi pujaan hati kamu adalah teman/sahabat sendiri ? atau ternyata pujaan hati kamu sama dengan pujaan hati teman kamu ? jawabannya adalah banyak pertimbangan. Tentunya saat sahabat jadi cinta bisa berpengaruh terhadap hubungan pertemanan bisa menghancurkan pertemanan yang sudah kamu jalin. Kekhawatiran saat putus cinta yang dulu akur bisa jadi musuh dan merusak silaturahmi yang sudah terjalin baik, rasa nyaman sebagai sahabat bisa hilang ketika jadi cinta. Apalagi jika cinta tumbuh menjadi sebuah keterpaksaan karena takut merusak pertemanan, alhasil ketidaknyamanan tentu jadi beban dalam hubungan. Pertemanan dapat menimbulkan cinta, tapi cinta belum tentu dapat memperbaiki pertemanan yang terlanjur rusak.


Keduluan Temen Sendiri

Pernah tidak kamu menghadapi situasi, karena memendam perasaan terlalu lama, tiba-tiba teman kamu sendiri datang bicara seperti ini :

Pren kayaknya doi cakep neh, gue mau ngedeketin ah “ ... terus kamu jawab ... “ iya bro gue dukung elo !!?? “ ... padahal dalam hati “ sial gue keduluan sama temen sendiri, tapi gengsi dong kalau ngakuin ternyata gue juga suka sama doi “.

Esok paginya kamu melihat teman kamu sudah ngobrol mesra berduaan dengan pujaan kamu, jalan bareng, boncengan bareng ... bukankah kedahuluan itu lebih menyakitkan ?


Mencintai Pacar Orang

Salah satu alasan memendam rasa karena pujaan hati idaman ternyata sudah memiliki pacar, padahal kriteria yang kamu cari semua ada di pacar orang itu. Dalam adat ketimuran menikung pacar orang sangat tidak etis, menggoda pacar orang bisa dibilang “Perebut Pacar Orang” alias “Maling Cinta” dan masih di identikkan dengan ketidak etisan perilaku. Meski ada perkataan optimis “selama janur kuning belum melengkung, menikung adalah hal yang sah” tapi tidak etis, gimana kalau nanti sudah jadi pasangan jangan-jangan mudah selingkuh. Bisa dibilang kenekatan dan kebodohan saat menyimpan bibit ahli selingkuh setelah menikah.

Ada 3 Orang Yang Akan Tersakiti : Dia, Dia dan Kamu. Resiko ketika mengungkapkan rasa dengan pacar orang ya menyakiti orang lain dan diri sendiri. Kalau berhasil, Dia dan Dia yang tersakiti, kalau gagal ya malu dan sakitnya kamu tanggung. Hubungan dia dan dia yang sudah terbangun rusak karena kamu adalah suatu hal yang tidak etis, kamu menjadi orang ketiga. Sudah siap menerima dan menjalani resiko ? atau tetap mau memendam rasa ?

Terjebak dalam Cinta Segitiga ... adalah resiko mencintai pacar orang lain ... hal menantang buat merebut dia dari dia ... atau kamu memenangkan perang dalam cinta ... tapi yang kalah akan tersakiti dan mendoakan hal buruk dalam hubungan pemenang. Kamu Siap ?


Masih Terjebak Kenangan Masa Lalu

Memendam rasa pada orang baru dalam hidup kamu, bukan berarti kamu seorang penakut atau pengecut. Bisa jadi kamu ada cinta masa lalu yang masih membekas dan kamu belum mampu melepaskan diri dari kenangan masa lalu. Kenangan masa lalu yang bisa jadi indah, menyenangkan dan nyaman ... tapi mungkin terputus di tengah jalan ... kenangan yang tak dapat diulang.

Pujaan hati baru bisa jadi mirip dalam banyak atau sebagian hal, yang membuat kamu seperti membuka potret masa lalu, bisa juga bertemu di tempat dan kejadian yang memorinya sangat membekas, atau bertemu dengan orang dengan pesona yang gayanya membangkitkan senyum kamu kembali, seperti membangkitkan kenangan yang terkubur di masa lalu.

Kamu belum sepenuhnya MOVE ON, dari cerita indah masa lalu yang pernah kamu ukir. Seperti dalam lagu PADI ... “ Seperti Kekasihku “
Engkau seperti kekasihku yang dulu
Sungguh hadirmu menyejukkan risau jiwaku
...
Memang gerakmu, memang langkahmu
Mengingatkan aku pada dirinya yang telah berlalu
Ingin 'ku menyangkal, ingin 'ku membantah
Betapa pesona dirimu memikat erat jiwaku
...
Kondisi ini membuat kamu dilema seperti ingin membangkitkan kenangan masa lalu atau ingin mencoba dengan orang lain dengan gambaran lama tetapi mencoba mengulangnya di masa depan. Kenangan buruk di masa lalu bisa menjadi pelajaran kamu untuk lebih berhati-hati melangkah ... memendam rasa, sabar menunggu hingga tiba waktu yang tepat dan mengamati lebih dalam pujaan hati baru apakah bisa lebih baik dari masa lalu adalah hal yang tepat, karena jangan-jangan dia sendiri belum siap untuk kamu masuk dalam hidupnya atau sebaliknya. Yang paling penting jangan sampai membawa kenangan masa lalu untuk berjalan dalam cerita masa sekarang dan yang akan datang. Membawa mantan ke hubungan baru akan sangat menyakiti perasaan orang baru karena akan dibanding-bandingkan.

Kamu juga butuh waktu untuk mengartikan perasaan ke pujaan baru ...
mungkin ini bukan cinta ... hanya rasa suka, rasa penasaran, rasa nyaman, sebuah ketertarikan yang membuat pikiran tak bisa lepas dari kenangan dirinya di masa lalu. Masa lalu itu sanggup membuat kamu terbawa perasaan.

Apakah cintamu belum terungkap karena kenangan masa lalu ?


Takut Kalah Karena Cinta Tak Berbalas/Bertepuk Sebelah Tangan

Ibarat permainan, PDKT adalah permainan penuh strategi dan butuh kesabaran ... tidak bisa grusa-grusu. Kamu harus mampu menguasai situasi permainan dan langkah pergerakan pujaan hati agar menang. Coba kamu pikirkan terlebih dahulu melalui pertanyaan agar kamu siap menerima apapu jawaban dan siap menerima hasil apapun :

Kalau aku terus terang menyatakan kira-kira diterima atau tidak ?
Kalau aku terus terang perasaanku apakah perasaannya juga sama kepadaku ?

Itulah dua pertanyaan yang muncul saat menerka-nerka kalau terus terang akan apa yang dirasakan kepada pujaan hati. Belum memulai tetapi sudah timbul banyak pertanyaan dan tidak siap dengan kenyataan jika cinta tak berbalas atau bertepuk sebelah tangan. Bayangan kalah dalam perjuangan sudah di depan mata, bagaimana suasana hatimu jika kalah, siapkah dengan penolakan ?

Segalanya ingin berjalan lancar dan indah sesuai impian, tetapi kenyataan bertolak belakang, yang diinginkan semua menyenangkan tetapi yang terjadi adalah rasa sakit. Hari-hari kamu lalui hanya sibuk menduga-duga dan isi pemikiran penuh dengan berbagai tanya yang intinya adalah apa alasan dia menolak membalas rasa sayang kamu ?
Sedih?
... sudah pasti muncul dan bisa jadi tangis dan kekecewaan.
Apa iya kamu tidak pantas untuknya ?
... tidak tahu, kamu semakin tambah penasaran.
Mengasihani diri ?
... kenapa diri ini tak pantas mendapat cintanya.
Patah hati?
... pasti dan membuat kamu berpikir dunia ini tak ramah buat kamu.
Semua berubah ... pasti, kamu tidak lagi memandang dia dengan cara yang sama ... bisa jadi antara cinta dan benci yang dirasa. Senyum yang selama ini selalu ada untuknya jadi kusam, kusut dan kecut ... perasaan imajinasi yang dulu penuh bunga dan keindahan menjadi gelap gulita tak bercahaya ... seri tak tampak di raut muka. Teka-teki “ kenapa “ selalu terngiang-ngiang di seluk pikiran ... tak ada jawaban.

Perang sudah kalah dan menjadi dunia kamu seakan hancur lebur remuk redam ... dan kejam.

Cinta bertepuk sebelah tanganlah yang akan memunculkan pertanyaan dan perasaan tak karuan itu. Jadi ... kenapa harus mengingkari ?

Menerima sebuah penolakan memang bukan hal mudah ... Sudah siapkah kamu bangkit ?

Mencoba melupakan dan terbangun dari dunia imajinasi dan keterpurukan ... ingat saja ... semua hal yang berlebihan itu tidak baik. Bangkitlah dan hapus air matamu ... bersedihlah sekedarnya jangan berlarut-larut ... cintai diri kamu lagi selayaknya kembali ...

Cinta tak berbalas memang menyedihkan dan menyakitkan, tetapi jangan pernah disesali. Cepat atau lambat, seiring berjalannya waktu kamu akan berproses lagi dan jadikan pelajaran untuk mencari pasangan lebih baik. Mencintai dalam diam bisa jadi merupakan kompromi kamu yang ingin bersama pujaan hati dalam jangka waktu yang lebih lama. Hargailah proses ini dan tingkatkan kesabaran. Sampai kamu siap menyatakan cinta kamu, tepat pada waktunya.

Bangunlah pikiran jika kamu berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat untuk jatuh cinta. Bisa jadi memang dia bukan terbaik untuk kamu, berpikirlah akan mendapatkan jodoh idaman pengganti yang lebih baik, tentunya yang tepat dan kamu butuhkan untuk melengkapi dan menjalani hidup ke depan.

Sudah siapkah kamu menghadapi penolakan ?
Mau jadi pejuang (pemenang) atau pengecut (takut kalah) ... keputusan ada di tangan kamu.

Tetap semangat ya ! Jangan takut untuk jatuh cinta dan mengejar cinta sejati lagi !


Terhalang Restu Karena Perbedaan Agama, Suku, Status Sosial, Usia, Pendidikan, Pekerjaan

Sekali lagi : “Cinta bukan ilmu yang punya rumus pasti. Siap mencintai berarti kamu digerakkan oleh berbagai faktor apakah mengikuti kata hati tanpa pernah lelah meyakini ”

Cinta bisa datang pada siapa saja, entah kamu dari status sosial kaya atau miskin, beragama apa, dari suku mana, pada usia berapa, apa tingkat pendidikan bahkan bagaimana pekerjaan kamu ?

Sudah mengincar gebetan tapi belum tahu latar belakang, setelah tahu ternyata ada perbedaan dan kesenjangan, belum maju pun sudah berpikir bahwa ada halang rintangan ke depan yang menjadi permasalahan.

Cantik seh tapi beda agama ...
Ganteng seh tapi dia ternyata anak orang kaya ...
Keren seh tapi ternyata jauh lebih muda ...
Santun seh tapi ternyata masih pengangguran ...

Mau melangkah tapi banyak tapi-nya. Hmm bagaimana nanti mau maju minta restu orang tua, keluarga besar juga omongan sana-sini. Butuh kesiapan mental dan keberanian. Kemauan untuk menanggung konsekuensi dari sebuah pilihan karena perbedaan dan kesenjangan.


Pasrah atau Tak Punya Ide Jitu Untuk Mulai Mengungkapkan

Dalam urusan perasaan CINTA, tidak ada aturan baku yang mengikat seperti dalam rumus-rumus ilmu pasti. Tak punya ide bagaimana memulai komunikasi soal hati, tak punya cara simple jitu yang mampu secara otomatis mengungkapkan seluruh perasaan. Baru lihat matanya ... gugup ... baru mendengar suaranya jantung berdegub ... baru mau ngomong ... bibir terkunci dan seperti di las tertutup. Kehabisan ide dan kesempatan buat menceritakan bagaimana selama ini mencintainya dalam diam, berlarut-larut tak terungkap.

Niat hati dan pikiran ingin menunjukkan perhatian seringkali harus diurungkan karena tak ingin pujaan hati malah menjauh dan membenci. Saat memutuskan untuk jatuh cinta dalam diam kepada pujaan hati, berarti kamu harus siap meniadakan sikap terburu-buru dan memaksa untuk mengungkapkan cinta. Akhirnya keputusan akhir adalah PASRAH pada keadaan dan proses.


Memendam sebuah cinta acau cinta terpendam memang membuat hati dan pikiran menjadi gelisah. Apapun bentuknya, ketika cinta itu datang mulut dan tingkah laku bisa ditutupi dengan kebohongan, tetapi hati dan perasaan tidak bisa berbohong tentang apa yang kamu rasakan. Sekuat apapun dan berkali-kali kamu menyangkal, semakin sulit untuk kamu menghindar dan mengabaikan.

Apapun yang terjadi, kamu tentu berharap kamu dan dia akan bersatu dalam bahagia dan hubungan yang akan terjalin menjadi hal terbaik. Walau proses di balik itu semua, membuat hati dan perasaan berdarah-darah karena memendam perasaan. Bahagia atau kecewa pada hasilnya adalah konsekuensi sebuah perjuangan proses untuk menjadi pemenang atau gagal menjadi pecundang. Berani atau takut, konsekuensinya memiliki hasil sama .. “ mencoba sebelum rasa sesal menghantui seumur hidup “.

Coba bagi ceritamu di kolom komentar bawah ya ...

Sekarang kamu berada pada posisi situasi yang mana ?

Kamu punya pengalaman yang mana atau ternyata berbeda dengan yang dituliskan ?

Apa pendapatmu Cinta Dalam Diam Itu :
Kesalahan / Pilihan / Derita / Kebodohan / Pecundang ?
Berlangganan Via Email Anda :

0comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.


Top